Selamat Datang di blog KUA Kecamatan Purwokerto Timur, Dalam rangka meningkatkan pelayanan prima, KUA Purwokerto Timur menerapkan pelayanan berbasis IT

Rabu, 06 Juli 2011

Penyandang Cacat Ikut Nikah Massal

KOJA (Pos Kota) – Sebanyak 33 pasangan suami istri yang nikah sirih dan belum tercatat di Kantor Catatan Sipil, melakukan nikah massal di  Kantor Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (21/6).
Nikah massal yang digelar ini merupakan kerjasama antara Pemko Jakarta Utara, Dinas Sosial, PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) dan Yayasan Pondok Kasih serta KUA yang ada di Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Dalam kegiatan nikah massal ini, Camat Koja, Jakarta Utara Muhammad Effiskal Camat Koja bertindak sebagai wali. “Ini salah satu kebanggaan tersendiri bagi saya, karena, baru kali ini sebagai saksi nikah dengan jumlah cukup banyak yakni 33 orang. Mudah-mudahan yang menikah hari ini mendapat barokah dan menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah dan Warohmah,” jelas M Effiskal.
Kegiatan nikah massal yang dilakukan di kantor Kecamatan Koja, ini kata M Effiska, merupakan  program Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk memberikan legalitas kepada masyarakat yang nikah tapi belum memiliki atau tercatat di kantor catatan sipil serta membantu warga kurang mampu.
Pasalnya dengan adanya surat atau buku nikah itu para pemilik dapat digunakan untuk berbagai macam, seperti untuk bikin warisan, akte lahir dan keperluan lainnya.
Sementara itu, salah seorang peserta nikah missal, Mulyadi 51,yang juga  penyandang cacat mengaku sangat senang sudah tercatat di kantor catatan sipil. Menurutnya, istrinya Nurhayati,48, yang di nikahi secara sirih pada tahun 2001 lalu dan kini sudah dikaruniani satu anak.
“Alhamdullilah, akhirnya pernikahan kami sudah tercatat secara hukum dan dicatat di kantor catatan sipil. Saya tidak menyangka ini akan terjadi, awalnya saya tidak percaya. Tapi setelah saya cari informasi ternyata benar,”tutur Mulyadi warga RW 13 Tugu Selatan ini dengan nada senang.
Pria itu juga mengaku sempat kagok, saat membacakan ijab qobul didepan penghulu lantaran pernikahannya itu didepan anak semata wayangnya.
Apalagi saat menyerahkan uang mas kawin, dirinya sempat menarik nafas panjang karena malu kepada pasangan lainnya sebab jumlah uang untuk mas kawin hanya Rp10 ribu.
Meski begitu hatinya langsung trenyuh begitu melihat istrinya Nurhayati tersenyum menerima mas kawin itu.
“Uang ini memang tak seberapa jumlahnya dibanding dengan cinta dan kasih kasih kepada anak dan istri saya. Meski kondisi saya cacat namun, saya tidak mau menyerah dengan keadaan, saya akan tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada istri dan anak saya,” terang Mulyadi.
Lain Mulyadi lain pula Riyono ,21 pasangan paling muda diantara puluhan pasangan tua, itu juga mengaku sangat senang dengan adanya nikah masal ini. Kedua pasangan Riyono dan Haryati,20 mengaku dirinya sudah menikah pada akhir 2010 lalu tapi kawin sirih.
“Saya tidak ada biaya, jadi dari pada saya berzina, labih baik saya nikah secara siri, “tutur Riyono yang diiakan oleh istrinya Haryati.
Bagitu pula Dolli 24 dan Anita 20 kedua mempelai itu merasakan bahagian lantar dirinya sudah memiliki surat nikah. “Habis gimana, kalau mau nikahkan harus juga bikin ramai-ramai, karena tidak mampu yah akhirnya kami nikah sirih” tutur Dolli dengan nada sedih.
Sementara itu Kasubag TU Sudin Sosial Pemkot Jakarta Utara Ahmad Taufik Hidayat mengatakan, nikah masalah yang digelar di Kecamatan Koja itu merupakan ketiga kalinya. Dari tiga kegiatan nikah massal yang digelar oleh pemkot  Jakarta Utara itu tercatat 218 orang dinihakkan dan tercatat di catatan sipil.
“Kegiatan nikah massal ini selain program Gubernur  DKI Jakarta Fauzi Bowo juga untuk menyambut HUT  Jakarta yang Ke 484 dan Hari Ulah Tahun Keluarga Nasional,”ungkap Taufik. (wandi/dms)
teks Foto: Camat Koja bersama dengan Mulyadi usai melangsungkan nikah massal. (wandi)
Mulyadi cara berangkang menuju ke lokasi Nikah massal. (wandi)
Mulyadi bersama  istrinya Nurhayati dan anaknya menunjukkan surat nikah usai mengucapkan ijab qobul. (wandi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer